Jumat, 10 Oktober 2025

BUPATI PONOROGO BUKA KMD. KML HEBAT PONOROGO

 

Kursus Pembina Pramuka berperan penting dalam meningkatkan kualitas serta pemahaman pembina pramuka dalam membina peserta didik secara efektif agar menciptakan generasi muda yang berkarakter, terampil, kreatif, dan berjiwa pemimpin.

Hal itu disampaikan oleh Kak Sugiri Sancoko selaku pembina upacara pembukaan  kursus pembina mahir tingkat dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Tingkat lanjutan (KML) Pusdiklatcab  Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ponorogo , di Taman Sukosewu Desa Sukosari, Sabtu, 11 Oktober 2025.

“Kursus ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola satuan, menerapkan metode kepramukaan yang sesuai, dan menjadi teladan, sehingga tujuan untuk membentuk generasi muda yang tangguh dapat tercapai, khususnya di Kab. Ponorogo,” kata Kak Giri.

Menurut dia, kegiatan KMD dan KML gerakan pramuka ini selaras dengan membentuk karakter peserta didik, seperti halnya yang ada pada prinsip-prinsip kepramukaan.

“Prinsip dasar kepramukaan meliputi iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya, Peduli terhadap diri pribadinya, dan taat kepada kode kehormatan pramuka,” terangnya.

Prinsip-prinsip kepramukaan, lanjutnya, menjadi landasan kuat bagi pengembangan karakter peserta didik, pembentukan pribadi yang kuat, serta kontribusi positif bagi masyarakat.

Kegiatan KMD dan KML juga dihadiri oleh,  Komandan Kodim 0802, Wakapolres Ponorogo, Kepala Dinas Pendidikan kak Nurhadi Hanuri, Kepala Dinas Kesehatan  Ponorogo Kak Dyah Ayu, Ketua Harian  kwarcab Kak Sumani, para wakil ketua, dan Muspika Kecamatan Sukorejo.

Dapat diketahui, kegiatan itu berlangsung mulai 11 - 16 Oktober  2025, diikuti oleh  Ka Mabigus, Guru SD/MI/SMP/Mts Negeri dan Swasta se-kabupaten Ponorogo yang berjumlah 616 peserta, terbagi 530 peserta KMD, 86 Peserta KML



Jumat, 03 Oktober 2025

UNGGUN ADALAH SIMBOL KEBERSAMAAN DAN PERSATUAN

 

Manfaat api unggun dalam pramuka adalah sebagai simbol kebersamaan dan persatuan, tempat untuk mengekspresikan kreativitas dan bakat, sarana refleksi diri dan motivasi, serta sumber kehangatan dan penghiburan saat perkemahan. Selain itu, api unggun juga mengajarkan semangat pantang menyerah, kemampuan bertahan hidup, dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. 

Manfaat Spiritual dan Karakter
Membangun Semangat dan Keteguhan: Api yang menyala adalah lambang semangat pramuka yang tak mudah padam, menjadi pengingat untuk terus kuat dan positif menghadapi tantangan. 
Meningkatkan Kebersamaan dan Persatuan: Api unggun menjadi titik berkumpul yang hangat, tanpa memandang perbedaan status atau latar belakang, menciptakan rasa satu kesatuan di antara peserta.


Sarana Refleksi ldan Motivasi: Dalam keheningan malam, api unggun menjadi momen untuk merenung, menyampaikan pesan moral, dan memupuk semangat baru untuk berkarya dan mengabdi. 

Memupuk Semangat Patriotisme: Api unggun menjadi wujud penjiwaan Dasa Dharma Pramuka dan memupuk rasa patriotisme yang tinggi di kalangan peserta. 

Manfaat Praktis dan Rekreatif
Menghangatkan Badan dan Mengusir Gangguan: Secara fisik, api unggun memberikan kehangatan di malam hari dan berfungsi mengusir binatang buas atau serangga. 

Sarana Hiburan dan Ekspresi Kreativitas: Peserta dapat menyalurkan kreativitas melalui pentas seni, menyanyikan lagu, dan berbagi kegembiraan, sehingga melupakan rasa lelah dan jenuh. 

Melatih Keterampilan Bertahan Hidup: Membangun dan mengendalikan api unggun melatih pramuka untuk mengenal jenis kayu dan teknik bertahan hidup di alam terbuka. 

Menyampaikan Pesan Moral: Pembina sering memanfaatkan momen api unggun untuk menyampaikan pesan-pesan penting tentang nilai-nilai luhur, tanggung jawab, dan menjaga lingkungan


BIMTEK TPGP GERAKAN PRAMUKA KWARCAB PONOROGO

  Ponorogo, Kwarcab  Ponorogo menyelenggarakan Bimtek TPGP (Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka)  yang dibuka oleh Ketua Harian Kwarcab Ponoro...